Kamis, 24 November 2016

SEBUAH PUISI: "Kenangan Memori"

KENANGAN MEMORI



Sejauh mata memandang 
“Ah, sepertinya aku telah berjalan cukup jauh” 
Peluh yang membasahi pelipis 
Nafas yang terengah-engah 
“Ah, benar. Aku telah terbebas.” 


Sejauh mata memandang Awan gelap menutupi langit 
“Ah, tak ada lagi bayangan hitam itu.” 
Bayangan hitam yang menyelimuti tanah di saat terik 
Disebutnya patah hati


Sejauh mata memandang 
Hanya pasir dan rumput yang terlihat di tanah 
“Ah, tak ada lagi memori itu. Aku benar-benar sudah terbebas.” 
Kepingan-kepingan memori itu ditinggalkannya di sana 


Sejauh mata memandang 
Matahari muncul di antara celah-celah awan hitam 
Bayangan hitam terselip di antara rerumputan di tanah 
Tersibak pikiran saat angin menghembus kencang seketika 
“Mungkinkah kepingan itu dapat terbang kembali tertiup angin?” 


Sepi.









Makassar, 23 November 2016


DnTRY

Jumat, 11 November 2016

TYPICAL STORY: Kangen masa-masa SMA :(

Hujan rintik-rintik jatuh dari langit membasahi bumi
Aku berjalan dengan pelan menuju satu tempat yang selalu aku dambakan.....
.
.
.
.
.
.
.
.
Perpustakaan.......

SOK PUITISSS ALAY -_-

Hehe! Maaf ya, alay *senyum lebar dengan gigi*.
Tapi beneran kok, waktu itu memang lagi hujan dan aku baru keluar kelas sama temanku menuju perpustakaan. Sampai sekarang, aku kalau liat hujan itu selalu teringat dengan teman-teman SMA aku. Kenapa hujan? Ya, karena memang momen-momen tak terlupakan saat SMA itu kebanyakan terjadi saat lagi musim hujan. Sekitar bulan Oktober-Desember gitulah. Tapi bukan berarti pas lagi gak hujan terus gak ada momen yang spesial..... Tetap ada dan bisa dibilang banyak... Cuma, bedanya itu.....

   Saat musim hujan, terutama saat hujan lagi deras-derasnya, guru cenderung jarang masuk ke kelas. Apalagi waktu kelas 12, rasanya banyak banget waktu kosong di kelas. Bukan cuma guru yang jarang masuk, tapi karena kami bisanya cuma kumpul di kelas, jadi kami lebih sering rame-ramean di kelas; ada yang main gitar sambil nyanyi, ada yang gosip, ada yang heboh-hebohan tentang idolanya *berdeham* *angkat tangan*, ada yang tidur *berdeham lagi* *angkat tangan lagi*, ada yang main hape *tangan masih terangkat*, ada yang makan di kelas *masih angkat tangan* terus dibagi ke yang lain *turun tangan*, ada yang keliling cari makanan *angkat tangan lagi* *tangan diturunkan dengan ekspresi nyengir*, ada yang buka salon alias saling merias satu sama lain, ada yang main werewolf sampai main berbagai permainan yang gak jelas sama sekali, sering putar lagu di kelas, or even kami nobar film di kelas. Kalau lagi hujan juga kami sering ke sekolah pake sendal dengan alasan supaya sepatu gak basah pas ditanyain guru, eh tapi jadinya bisa seharian kami pake sendal di sekolah hahahha gak diganti pake sepatu. Nakal kan? Iya. Bahkan ada temenku dulu rela ke sekolah pake sepatu hujan-hujanan sengaja biar sepatunya basah, jadi pas sampai di sekolah bisa kasih alasan ke guru kalo sepatunya basah hahahhaha. That was insane but it was totally fun dan absolutely unforgettable. Terutama saat detik-detik menjelang UN, kami semakin menikmati momen bersama karena udah mau pisah :') *mewek-mewek*.

   Kalau di hari-hari biasa seringnya yang cowok itu keluar kelas buat main bola di lapangan dan banyak yang keluar kelas buat keliling-keliling gitu. Aku sih seringnya di kelas main hape dan cerita-cerita gaje sama teman-teman di kelas. Biasa juga nyanyi, nobar film, putar lagu, curhat-curhatan, dan masih banyak lagiiii. Kalau lagi ga ada guru, kami sekelas kerjain tugas sama-sama minta jawaban sama master-master yang ada di kelas. Nakal sih iya, tapi kapan lagi bisa kayak gitu? Totally worth it lah pokoknya. 
  
   Terus juga pas udah mulai masuk bulan November-Desember sekolahku sering adain Porseni, lomba hias kelas dan lomba yang berhubungan sama Natal gitu kalau selesai ujian semester sambil tungguin hasil raport keluar. SUPERRR SERUUUU!!
Yang cowok-cowok biasanya ikut lomba olahraga terus yang cewek-cewek jadi supporter. Kadang-kadang juga ada cewek yang ikut lomba olahraga kayak basket atau tarik tambang. Aku seringnya ikut yang tarik tambang hehe soalnya badanku cocok buat ikutan. hehe :') *big size detected*. But it's okay lah, ada kebahagiaan tersendiri buat aku bisa berkontribusi sebagai anggota kelas di ajang kayak gitu. Saat lomba menghias kelas juga kami bareng-bareng ngehias kelas. Kadang ada yang tinggal sampai sorean hanya untuk hias kelas. Walaupun mungkin kelas aku tahun lalu ga terpilih dan sempat kecewa, tapi kami berbesar hati dan mengingat kebersamaan dan perjuangannya sama-sama :') *mewek-mewek lagiii*

   Wah kayaknya panjang banget ya ceritanyaa.... Aku juga udah bingung mau tulis apalagi karena terlalu banyak hal indah yang gak bisa aku ceritain secara detail dan GAK BISA DIULANG :(( *mewek-mewek super*. Terima kasih kepada siapapun yang sudah mau membaca cerita ini. Inilah typical story dari seorang maba yang belum bisa move on dari masa-masa SMA. Kenapa typical story? Karena I know I'm not the only one. Pasti banyak orang di luar sana yang rindu dengan masa-masa SMA. 



BUAT ADIK-ADIK YANG MASIH DUDUK DI BANGKU SMA, 
NIKMATI MASA SMA MU, DIKS.
KARENA APA YANG TERJADI DI SMA, TIDAK AKAN BISA KAMU ULANG SAAT SUDAH MEMASUKI GERBANG PERKULIAHAN. 





Tertanda,


AKU YANG RINDU SMA 

Sabtu, 05 November 2016

KISAH TIDAK PENTING: Hari Senin dan Perpustakaan

Waktu itu hari Senin.
Iya, Senin.
Dalam kamus bahasa Inggris kalau gak salah namanya Monsterday.... eh, Monday. Garing delll... Hehe-_- iya, garing-_-.

Tapi coba bayangkan, di hari Senin yang konon adalah hari di mana orang-orang merasa mager seketika,-dan memang begitu fakta yang aku rasakan- dan kalian harus pergi kuliah pagi? Kalau tepat waktu sih enak, kalau ternyata dosennya yang ngaret?! Tai kucing!

Aku sampai di kelas sekitar jam 07.30 lewat. Gak telat? HAHA! NOPE! Turun dari motor, jalan masuk ke dalam fakultas, sansss! (re:santai). Sudah menjadi makanan setiap hari Senin, dosen matkul Pengantar Ekonomi pasti ngaret masuknya. Kata doi sih : "Kampus omong kosong. Bikin jadwal 07.30. Mana ada orang mampu masuk jam segitu?!". 
Senanglah pokoknya sama dosen yang satu ini! Wah enak dong, Del. Ga perlu bangun pagi. Nah! Itu dia perkaranya! Walaupun dosennya memang telat masuk, tapi rumahku jauhhh :(( jadi harus tetap bangun pagi, walaupun mungkin start jalan dari rumah gak harus buru-buru.... tapi tidak ada alasan untuk tidak bangun pagi -_-. Oke, mungkin bagian pas dosennya masuk dan proses belajar mengajar diskip karena bagian ini sangatlah tidak penting. Intinya, dosennya baik tapi materinya tidak. Pake rumus blablabla yang lebih mengerikan daripada matematika*tutup mata*

Pelajaran selesai jam 11.00. Jam 13.00 ada matkul matematika dasar-_-. Istirahat cuma 2 jam?! #ahsudahlah. Dengan semangat, aku berjalan ke perpustakaan pusat yang jaraknya agak jauh tapi karena itu sudah seperti rumah keduaku, jadi sudah terasa sangat dekat untukku. Sesampaiku di sana, langsung ku taruh tasku di tempat penitipan barang, mengambil buku tulis dan bolpoin, dan segera mencari tempat duduk kosong. Jam segini memang perpustakaan sudah agak ramai dan penuh, untungnya aku hanya sendirian jadi tidak sulit mencari tempat duduk untuk satu orang. Setelah mendapatkan tempat duduk, ya tentu saja aku langsung duduk hehe. Kukeluarkan handphoneku dan langsung membuka semua media sosialku dengan hotspot perpustakaan tanpa password dan sinyalnya pantas mendapatkan jempol. Buku dan bolpoin buat apa, Del? Haha, buku dan bolpoin hanya pemanis, biar aku diliat masuk ke perpustakaan gak kosong-kosong amat *ketawa setan*. Kadang-kadang buku dan bolpoin itu berguna juga sih ketika aku dapat inspirasi yang bisa dijadikan bahan tulisan; entah itu cerita atau apapun yang bisa dikembangkan menjadi sebuah kalimat paragraf. 

Setelah membuka semua medsos, ku taruh hapeku di atas meja dan mulai merenung; apalagi yang bisa kulakukan? Teringat aku akan sebuah buku cerpen di bagian rak kedua dari belakang yang belum selesai aku baca. Segera aku menaruh hape ke dalam kantong dan berjalan ke rak buku yang kumaksud dan tanpa mencari lagi, aku langsung mendapatkan buku tersebut. Posisinya masih sama persis saat terakhir kali aku menaruhnya sehingga sangat gampang untuk didapatkan. Kembali ditempat duduk, aku segera membuka kembali buku cerpen karya Ahmad Tohari tersebut dan segera melanjutkan membaca. Waktu berlalu dengan sangat cepat, perutku juga sudah keroncongan. Akhirnya, buku cerpen yang sebenarnya tidak terlalu tebal itu selesai juga kubaca. Salah satu alasan yang juga membuatku betah untuk tetap datang ke perpustakaan ini adalah fakta bahwa ada kantin di dalam sini! yayness! Jadi emang gak sulit kalau mau makan, gak perlu keluar perpustakaan lagi kalau cuma mau makan siang.

Setelah makan, aku kembali ke perpustakaan dan duduk sebentar sembari menikmati sisa waktu karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 13.00. Karena jarak kelasku dari perpustakaan tidak bisa dibilang dekat, jadi aku memutuskan untuk langsung berjalan ke kelas. Tentu saja setelah ku ambil tasku dari tempat penitipan barang. AKU SIAP UNTUK BELAJAR MATEMATIKA.
.
.
.
.
.
LOL. NO. AKU NGANTUK SELAMA PROSES PEMBELAJARAN. xD

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekian.
Kalau kalian baca kisah ini sampai habis, ketahuan banget kalian kurang kerjaan HAHA!