Kamis, 24 November 2016

SEBUAH PUISI: "Kenangan Memori"

KENANGAN MEMORI



Sejauh mata memandang 
“Ah, sepertinya aku telah berjalan cukup jauh” 
Peluh yang membasahi pelipis 
Nafas yang terengah-engah 
“Ah, benar. Aku telah terbebas.” 


Sejauh mata memandang Awan gelap menutupi langit 
“Ah, tak ada lagi bayangan hitam itu.” 
Bayangan hitam yang menyelimuti tanah di saat terik 
Disebutnya patah hati


Sejauh mata memandang 
Hanya pasir dan rumput yang terlihat di tanah 
“Ah, tak ada lagi memori itu. Aku benar-benar sudah terbebas.” 
Kepingan-kepingan memori itu ditinggalkannya di sana 


Sejauh mata memandang 
Matahari muncul di antara celah-celah awan hitam 
Bayangan hitam terselip di antara rerumputan di tanah 
Tersibak pikiran saat angin menghembus kencang seketika 
“Mungkinkah kepingan itu dapat terbang kembali tertiup angin?” 


Sepi.









Makassar, 23 November 2016


DnTRY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar