Jumat, 09 Desember 2016

KISAH TIDAK PENTING: Bertemu Sahabat SMA di atas Angkot

Akhirnya... Pulang juga.
     Batinku saat keluar dari ruangan kelas. Aku merogoh kantong celanaku dan segera mengambil sebuah benda panjang dan pipih berwarna putih dengan tulisan 'SONY' di bagian belakangnya. Angka 15.25 terpampang pada lock screen bertemakan Harry Potter. Final test yang akan dilaksanakan di minggu selanjutnya membuat dosenku mengejar materi yang agak tertinggal. Padahal, di jadwal harusnya hanya sampai jam 3 pas. Oh iya, aku lupa menyebutkan bahwa mata kuliah yang aku bicarakan itu tentang Matematika Dasar......... *mewek-mewek* #MathsIsKillingMe

    Perjalanan dari gedung tempat kelasku berada sampai ke depan fakultas memakan waktu cukup lama, hampir 10 menit dengan jalan kaki. Menurut aku sih agak lama.......lebay ya? Bodo amat! HEHE. Aku bersyukur karena cuaca lagi cerah dan gak hujan. Biasanya di bulan Desember kalau sore-sorean sering hujan, jadinya aku agak lama pulang ke rumah karena harus tunggu hujan reda lalu bisa menunggu angkot lewat di pinggir jalan. Karena matahari lagi bersinar cerah, aku langsung menyeberang dari fakultas ke depan pagar asrama kampus, di mana angkot sering lewat. Tanpa menunggu lama, angkot yang rutenya searah dengan rumahku lewat, langsung saja aku naik.


    Saat angkot yang aku tumpangi sudah keluar melewati gerbang kompleks kampus, aku  merasa sangat mengantuk dan mulai menutup untuk tidur. Tapi, entah kenapa mataku tidak bisa tertutup. Padahal aku sudah merasa sangat mengantuk. Si supir angkot berhenti beberapa kali untuk mengangkut penumpang yang ingin naik. Setelah beberapa kali berhenti, tiba-tiba ada seorang cewek dengan tas hitam besar dan mengenakan jaket putih masuk ke dalam angkot. Saat itu aku gak sadar, tapi kemungkinan besar mataku saat itu membelalak. IGLESIA! Saat cewek itu sudah duduk, aku melihat ulang ke arahnya dan memang itu temanku, namanya Iglesia, "Igle!", aku berseru tapi tidak didengarnya. Aku meamnggil untuk kedua kalinya lalu dia menoleh. Dia hanya terkaget kemudian tersenyum. Sayangnya, kami dipisahkan oleh orang lain jadi tidak bisa saling berbincang. Keadaan angkot yang penuh juga tidak memungkinkan bagiku untuk pindah tempat.

     Sepanjang perjalanan, penumpang yang lain turun satu per satu dan akhirnya tinggal ada 4 orang di angkot tersebut; aku, Iglesia, dan dua orang cewek yang lain, termasuk orang yang duduk di antara aku dan igle."Dela, sini...", Iglesia memanggilku  untuk duduk di tempat kosong di depannya. Aku segera pindah. Kemudian kami cerita panjang lebar, tidak peduli dengan keberadaan orang lain di angkot tersebut. Percakapan kami terlalu panjang untuk diceritakan di  sini. Mulai dari menanyakan kabar, kegiatan-kegiatan perkuliahan, flashback masa-masa SMA, sampai tentang cowok-cowok taksiran Iglesia di kampusnya. Semuanya kami bahas sambil diselingi dengan tawa.

      Singkat cerita, angkot yang kami tumpangi akhirnya sampai di kawasan tempat Iglesia tinggal. Kami mengucapkan salam perpisahan dan dia turun dari angkot. What a day. Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan salah satu sahabatku di SMA. Kami memang agak sulit untuk bertemu karena jadwal kuliah yang bertabrakan. Aku berharap kami akan bertemu lagi suatu saat nanti. ... Semoga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar